DalamMengungkapkan Suatu TP, Ketua Tim Harus Memperhatikan Beberapa Prinsip Yang Harus Dipenuhi Antara Lain, Kecuali? - 27, 2022 November 6, 2021 by admin
Prinsipkerja ini harus kamu selalu lakukan dan tumbuhkan, apapun pekerjaan, bakat, minat, dan tujuan hidupmu. Saya ambil contoh sebuah buku berjudul A Paperboy's Fable: The 11 Principles of Success yang ditulis oleh Deep Patel. Buku ini bercerita tentang seorang remaja yang bekerja sebagai pengantar koran.
Kuncijawabannya adalah: C. Terjadi pada tempo yang sama. Dilansir dari Ensiklopedia, Berikut ini yang merupakan prinsip-prinsip perkembangan, kecualiberikut ini yang merupakan prinsip-prinsip perkembangan, kecuali Terjadi pada tempo yang sama. Penjelasan. Kenapa jawabanya bukan A. Never Ending Process (tidak pernah berhenti)? Nah ini nih
1 berikut 10 Prinsip Ekonomi Syariah dan Penjelasannya 1. Tauhid Yang pertama adalah tauhid atau mandiri, yakni segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia merupakan sebuah wujud penghambaannya terhadap Allah SWT. diajarkan dalam islam. Dapat disimpulkan ada beberapa prinsip utama dalam sistem ekonomi Islam : 1.
. Curriculum development is an important thing to do. In Indonesia, there have been ten curriculum changes that have started from the 1947 Curriculum to the present, the 2013 Curriculum. In fact, the curriculum changes show that the principles of education must be able to adjust the development of the times without leaving the cultural values of the relevant community. The purpose of this research is to find out the principles in curriculum development. This research uses library research method. The results of this study indicate that curriculum development resources, including; empirical data, experimental data, folklore and general public knowledge. The principles in curriculum development are divided into two things 1. General Principles, which include; the principle of relevance, the principle of flexibility, the principle of continuity, the practical principle, and the principle of effectiveness, 2. Special Principles, which include; principles for determining educational objectives, principles for selecting educational content, principles for selecting teaching and learning processes, principles for selecting media and teaching tools, and principles relating to assessment. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Volume 8, Nomor 1, Mei 2020; p-ISSN 2338-2325; e-ISSN 2540-9697; 42-55 PRINSIP-PRINSIP DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ariefrahman163 , tasmanhamami61 Abstract Curriculum development is an important thing to do. In Indonesia, there have been ten curriculum changes that have started from the 1947 Curriculum to the present, the 2013 Curriculum. In fact, the curriculum changes show that the principles of education must be able to adjust the development of the times without leaving the cultural values of the relevant community. The purpose of this research is to find out the principles in curriculum development. This research uses library research method. The results of this study indicate that curriculum development resources, including; empirical data, experimental data, folklore and general public knowledge. The principles in curriculum development are divided into two things 1. General Principles, which include; the principle of relevance, the principle of flexibility, the principle of continuity, the practical principle, and the principle of effectiveness, 2. Special Principles, which include; principles for determining educational objectives, principles for selecting educational content, principles for selecting teaching and learning processes, principles for selecting media and teaching tools, and principles relating to assessment. Keywords Curriculum Development, Development Principles, Education in Indonesia Abstrak Pengembangan kurikulum merupakan salah satu hal yang penting dilakukan. Di Indonesia, terhitung telah terjadi sepuluh kali pergantian kurikulum yang dimulai dari Kurikulum 1947 hingga sekarang ini, Kurikulum 2013. Sejatinya, perubahan kurikulum tersebut menunjukkan bahwa prinsip dari pendidikan haruslah dapat menyesuaikan perkembangan zaman dengan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya masyarakat yang relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka library research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sumber-sumber pengembangan kurikulum, meliputi; data empiris, data eksperimen, cerita rakyat dan pengetahuan umum masyarakat. Adapun prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum terbagi atas dua hal 1. Prinsip Umum, yang meliputi; prinsip relevansi, prinsip fleksibilitas, prinsip kontinuitas, prinsip praktis, dan prinsip efektivitas, 2. Prinsip Khusus, yang meliputi; prinsip penentuan tujuan pendidikan, prinsip pemilihan isi pendidikan, prinsip pemilihan proses belajar mengajar, prinsip pemilihan media dan alat pengajaran, dan prinsip yang berkenaan dengan penilaian. Kata Kunci Pengembangan Kurikulum, Prinsip Pengembangan, Pendidikan di Indonesia Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 PENDAHULUAN Salah satu aspek yang berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan pendidikan nasional adalah aspek kurikulum. Keberadaan kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peran strategis dalam sistem Oemar Hamalik,setidaknya terdapat tiga peranan strategis yang diemban oleh kurikulum dalam dunia pendidikan; pertama, peranan konservatif. Peran konservatif kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu. Dikaitkan dengan era globalisasi sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang memungkinkan mudahnya pengaruh budaya asing menggerogoti budaya lokal, maka peran konservatif dalam kurikulum memiliki arti yang sangat penting. Melalui peran konservatifnya, kurikulum berperan dalam menangkal berbagai pengaruh yang dapat merusak nilai-nilai luhur masyarakat, sehingga identitas masyarakat akan tetap terpelihara dengan baik. Kedua, peranan kritis. Tidak setiap nilai dan budaya lama harus tetap dipertahankan, sebab kadang-kadang nilai dan budaya lama itu sudah tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat; demikian juga ada kalanya nilai dan budaya baru itu juga tidak sesuai dengan nilai-nilai lama yang masih relevan dengan keadaan dan tuntutan zaman. Di sini, kurikukum berperan dalam menyeleksi dan mengevaluasi segala sesuatu yang dianggap bermanfaat untuk kehidupan anak didik. Ketiga, peranan kreatif. Kurikulum harus mampu menjawab setiap tantangan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang cepat berubah. Dalam peran kreatifnya, kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa untuk dapat mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya agar dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat yang senantiasa bergerak maju secara dinamis. Dalam proses pengembangan kurikulum, ketiga peran di atas harus berjalan secara seimbang. Kurikulum yang terlalu menonjolkan peran konservatifnya cenderung akan membuat pendidikan ketinggalan oleh kemajuan zaman; sebaliknya kurikulum yang terlalu menonjolkan peran kreatifnya dapat membuat hilangnya nilai-nilai budaya masyarakat. Khususnya di Indonesia, pengembangan kurikulum Rusman, Manajemen Kurikulum Jakarta Rajawali Press, 2009, 1. Oemar Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum Bandung Remaja Rosdakarya, 2008, 11–12. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan dimaksudkan agar pendidikan dapat menyesuaikan perkembangan zaman dengan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya masyarakat yang luhur. Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup banyak mengalami perubahan dan pengembangan kurikulum. Terhitung, pemerintah pernah menjalankan pergantian kurikulum sebanyak sepuluh kali, dimulai dari kurikulum 1947, kurikulum 1952, kurikulum 1964, kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984 kurikulum CBSA, kurikulum 1994, kurikulum 2004 KBK, kurikulum 2006 KTSP, hingga kurikulum tetapi, berdasarkan hasil survei terbaru oleh Programme for International Student Assessment PISA yang dirilis pada Desember 2019, menempatkan Indonesia di peringkat ke-72 dari 77 negara. Data ini menjadikan Indonesia bercokol di peringkat enam terbawah, masih jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Survei PISA merupakan rujukan dalam menilai kualitas pendidikan di dunia berdasarkan kemampuan membaca, matematika dan di atas bukan merupakan sesuatu hal yang aneh dan mengejutkan. Pendapat ini didukung oleh Hamzah yang menyatakan bahwa kurikulum yang ada pada pendidikan sekolah masih mengalami stagnasi, statis, dan berorientasi pada materialis. Stagnasi terlihat dari adopsi dan replikasi kurikulum pendidikan sekolah. Nuansa hegemoni pada dunia pendidikan sekolah terasa mengental, bahkan menuju ke arah status quo kurikulum sekolah. Adanya hegemoni tersebut membuat pola pikir dan arah nalar para pendidik dan peserta didik terpasung dalam pendidikan yang menjerumuskan bukannya pendidikan yang demikian, pengembangan kurikulum menjadi sebuah keharusan dan berlaku sepanjang hidup. Prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum harus mampu dievaluasi dan diterapkan sebagai usaha pembenahan guna mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang telah dicita-citakan bersama. Fitri Wahyuni, “KURIKULUM DARI MASA KE MASA Telaah Atas Pentahapan Kurikulum Pendidikan Di Indonesia Al-Adabiya Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan,” accessed April 15, 2020, Pandasurya Wijaya, “Survei Pendidikan Dunia, Indonesia Masuk 10 Terbawah Dari 79 Negara,” accessed March 3, 2020, A. Hamzah, Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Mentalitas Bangkalan Universitas Trunojoyo Press, 2007, 45. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka atau library research. Dalam penelitian kepustakaan ini dilakukan proses mengumpulkan, menganalisis, mengolah dan menyajikan buku, jurnal dan teks-teks yang berhubungan dengan tema penelitian sebagai bahan referensi dalam bentuk laporan kepustakaan. Data yang telah dikumpulkan, kemudian dianalisis menggunakan metode content analysis. Tahapan dalam metode ini antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan beberapa referensi primer dalam penelitian kepustakaan ini ialah; 1 Buku Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, karya N. S. Sukmadinata, 2 Buku Manajemen Pengembangan Kurikulum, karya Oemar Hamalik, 3 Buku Kurikulum dan Pengajaran, karya S. Nasution, 4 Buku Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, karya Zainal Arifin, serta 5 Buku Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan, karya Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Pengembangan Kurikulum Secara etimologis, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang artinya pelari dan curare yang berarti tempat berpacu. Jadi, istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga pada zaman Romawi Kuno di Yunani, yang berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai finish. Dalam bahasa Arab, kata kurikulum yang biasa digunakan adalah manhaj, yang berarti jalan terang yang dilalui manusia pada berbagai bidang definisi menurut istilah, sebagaimana dikemukakan oleh S. Nasution ialah suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf Mestika Zed, Metode Penelitian Kepustakaan Jakarta Yayasan Obor Indonesia, 2008, 1–2. Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif Bandung Alfabeta, 2009, 92. Hasan Langgulung, Manusia Dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi Dan Pendidikan Jakarta Pustaka al-Husna, 1986, 176. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan menurut Zaenal Arifin, kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis dan jenjang rangka mencapai tujuan pendidikan, kurikulum tidaklah bersifat statis. Kurikulum dapat diubah maupun dimodifikasi secara dinamis mengikuti arah perkembangan zaman. Proses mengubah dan memodifikasi ini dinamakan proses pengembangan. Dalam kajian ini dipahami bahwa kegiatan pengembangan adalah penyusunan, pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaaan kurikulum. Istilah pengembangan menunjukkan pada suatu kegiatan menghasilkan suatu alat atau cara yang baru. Selama kegiatan tersebut, penilaian dan penyempurnaan terhadap alat atau cara tersebut terus dilakukan. Apabila setelah mengalami penyempurnaan-penyempurnaan, akhirnya alat atau cara tersebut dipandang cukup mantap untuk digunakan seterusnya, maka berakhirlah kegiatan pengembangan kurikulum oleh Oemar Hamalik, didefinisikan sebagai perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membawa siswa ke arah perubahan- perubahan yang diinginkan dan menilai sampai di mana perubahan-perubahan itu telah terjadi pada diri Dakir menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum ialah proses mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan pengembangan kurikulum sebagaimana disebut di atas mencakup dimensi yang luas. Pengembangan kurikulum merupakan istilah yang komprehensif, yang meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Perencanaan kurikulum yaitu langkah terdepan dalam membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan rencana yang akan dipakai oleh guru dan siswa. Penerapan kurikulum atau yang biasa disebut implementasi S. Nasution, Kurikulum Dan Pengajaran Jakarta Rineka Cipta, 1989, 5. Zainal Arifin, Konsep Dan Model Pengembangan Kurikulum Bandung Remaja Rosdakarya, 2015, 1. Syafaruddin and Amiruddin, Manajemen Kurikulum Medan Perdana Publishing, 2017, 130–31. Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum, 97. Dakir, Perencanaan Dan Pengembangan Kurikulum Jakarta Bumi Aksara, 2010, 91. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 kurikulum berupaya memindahkan perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum adalah tahap akhir pengembangan kurikulum untuk melihat sejauh mana hasil pembelajaran, tingkat pencapaian program yang direncanakan, dan hasil dari kurikulum tersebut. Pengembangan kurikulum bukan hanya melibatkan orang-orang yang berhubungan langsung dengan dunia pendidikan, tetapi juga melibatkan banyak individu, seperti politisi, wirausahawan, orang tua siswa, dan elemen masyarakat lainnya yang merasa tertarik dengan pendidikan. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada intinya adalah aturan atau undang-undang yang akan menginspirasi pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan kurikulum adalah proses memaksimalkan pelaksanaan kurikulum dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebagaimana dalam kurikulum yang ditetapkan pemerintah setelah dilaksanakan dalam waktu tertentu. Biasanya pengembangan kurikulum ini adalah proses pembaruan kurikulum setelah dilakukan evaluasi kurikulum setelah dilaksanakan, bisa saja dilakukan atas kebijakan pemerintah dan juga dapat dilakukan oleh pihak sekolah bersama dengan guru dalam mendukung optimalisasi pelaksanaan kurikulum pendidikan di sekolah dan luar sekolah terhadap perkembangan anak didik. Sumber-sumber Prinsip Pengembangan Kurikulum Dalam kajian tentang sumber-sumber prinsip pengembangan kurikulum, Peter F. Oliva mengemukakan bahwa pada prinsip pengembangan kurikulum paling tidak ada 4 empat sumber yang menjadi acuan sebuah pengembangan kurikulum yaitu data empiris empirical data, data hasil penelitian experimental data, kisah rakyat folkfore curriculum yang menyangkut tentang keyakinan masyarakat dan nilai-nilai yang ada di dalamnya, serta pemahaman bersama atau pengertian umum yang ada dalam suatu masyarakat common sense.Mustofa Kamal, “Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Sosiologi Kritis, Kreativitas Dan Mentalitas,” Madaniyah 4, no. 2 2014 230–31. Peter F Oliva, Developing The Curriculum, III United States Harper Collins Publishers, 1992, 28. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Berdasarkan sumber-sumber pengembangan yang dikemukakan Oliva tersebut, dapat dikategorikan bahwa hanya ada 2 dua sumber yang menjadi prinsip pengembangan kurikulum yaitu sumber ilmiah dan sumber non ilmiah. Sumber ilmiah didapat dari data-data dari kegiatan yang bersifat ilmiah seperti halnya penelitian, data-data empiris tentang kelemahan dan kekurangan kurikulum sebelumnya, informasi faktual dan sebagainya. Sedangkan sumber non ilmiah didapat dari hal-hal yang bersifat non ilmiah seperti cerita rakyat, legenda, mitos dan sebagainya yang telah menjadi keyakinan umum oleh suatu masyarakat dan memiliki nilai-nilai tertentu di dalamnya. Sedangkan menurut Sukmadinata dalam bukunya Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktekmenyebutkan beberapa sumber pengembangan kurikulum diantaranya ialah dan pekerjaan orang dewasa, di mana isi kurikulum disesuaikan sebagai persiapan anak untuk menjalani kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. masyarakat, termasuk di dalamnya semua disiplin ilmu yang ada sebagai pengetahuan ilmiah, nilai-nilai, perilaku, benda material dan unsur kebudayaan lainnya. sebagai pusat atau sumber kegiatan pembelajaran. Perhatian dalam menyusun pengembangan kurikulum bukan sesuatu yang akan diberikan pada anak tapi bagaimana potensi yang ada pada anak dapat dikembangkan secara optimal. penyusunan kurikulum sebelumnya, baik sesuatu yang negatif maupun hasil evaluasi positif atas pelaksanaan kurikulum sebelumnya. nilai di masyarakat, termasuk nilai-nilai apa saja yang akan diajarkan di sekolah atau dalam pelaksanaan kurikulum. N. S. Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek Bandung Remaja Rosdakarya, 2004, 33. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 sosial-politik tertentu termasuk lembaga, arah kebijakan dan produk- produk politik berupa peraturan perundang-undangan yang berlaku Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di lembaga pendidikan sangat dimungkinkan untuk menggunakan prinsip yang berbeda dari kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lain, sehingga akan ada banyak prinsip yang digunakan dalam pengembangan sebagaimana dikutip oleh Syafaruddin dan Amiruddin menyebutkan delapan prinsip dalam pengembangan kurikulum. Prinsip-prinsip tersebut antara lain; prinsip berorientasi pada tujuan, relevansi, efisiensi, fleksibilitas, kontinuitas, keseimbangan, keterpaduan, dan Sukmadinata, membagi prinsip pengembangan kurikulum menjadi dua kelompok, yakni prinsip umum dan prinsip umum dimaknai sebagai prinsip yang harus diperhatikan untuk dimiliki oleh kurikulum sebagai totalitas dari gabungan komponen-komponen yang membangunnya. Adapun penjabaran prinsip-prinsip umum ialah sebagai berikut 1. Prinsip relevansi Relevansi memiliki makna sesuai atau serasi. Jika mengacu pada prinsip relevansi, setidaknya kurikulum harus memperhatikan aspek internal dan eksternal. Secara internal, kurikulum memiliki relevansi antara komponen kurikulum tujuan, bahan, strategi, organisasi, dan evaluasi. Sedangkan secara eksternal komponen itu memiliki relevansi dengan tuntutan sains dan Fitroh, “Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Dan Strategi Pencapaian,” STUDIA INFORMATIKA JURNAL SISTEM INFORMASI 4, no. 2 2011 1–7, Syafaruddin and Amiruddin, Manajemen Kurikulum, 135–36. Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek, 86. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan teknologi relevansi epistemologis, tuntutan dan potensi siswa relevansi psikologis, serta tuntutan dan kebutuhan pengembangan masyarakat relevansi sosiologis.Oleh sebab itu, dalam membuat kurikulum harus memperhatikan kebutuhan lingkungan masyarakat dan siswa di sekitarnya, sehingga nantinya akan bermanfaat bagi siswa untuk berkompetisi di dunia kerja yang akan datang. Dalam realitanya prinsip di atas memang harus betul-betul diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Dan yang tidak kalah penting harus sesuai dengan perkembangan teknologi sehingga mereka selaras dalam upaya membangun Prinsip fleksibilitas Pengembangan kurikulum berupaya agar hasilnya fleksibel, fleksibel, dan fleksibel dalam implementasinya, memungkinkan penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar belakang siswa, peran kurikulum disini sangat penting terhadap perkembangan siswa untuk itu prinsip fleksibel ini harus benar benar diperhatikan sebagai penunjang untuk peningkatan mutu pendidikan. Dalam prinsip fleksibilitas ini dimaksudkan bahwa, kurikulum harus memiliki fleksibilitas. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid, tetapi dalam implementasinya dimungkinkan untuk menyesuaikan penyesuaian berdasarkan kondisi regional. Waktu dan kemampuan serta latar belakang anak. Kurikulum ini mempersiapkan anak-anak untuk saat ini dan masa depan. Kurikulum tetap fleksibel di mana saja, bahkan untuk anak-anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda, pengembangan kurikulum masih bisa dilakukan. Hendyat Soetopo and Wasty Soemanto, Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan Jakarta Bina Aksara, 1986, 49. Asmariani, “Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Dalam Perspektif Islam Al-Afkar Jurnal Keislaman & Peradaban,” accessed April 15, 2020, Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 Kurikulum harus menyediakan ruang untuk memberikan kebebasan bagi pendidik untuk mengembangkan program pembelajaran. Pendidik dalam hal ini memiliki kewenangan dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan minat, kebutuhan siswa dan kebutuhan bidang lingkungan Prinsip kontinuitas Yakni adanya kesinambungan dalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antarjenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dan jenis pekerjaan. Makna kontinuitas disini adalah berhubungan, yaitu adanya nilai keterkaitan antara kurikulum dari berbagai tingkat pendidikan. Sehingga tidak terjadi pengulangan atau disharmonisasi bahan pembelajaran yang berakibat jenuh atau membosankan baik yang mengajarkan guru maupun yang belajar peserta didik. Selain berhubungan dengan tingkat pendidikan, kurikulum juga diharuskan berhubungan dengan berbagai studi, agar antara satu studi dapat melengkapi studi fleksibilitas adalah kurikulum yang dikembangkan tidak kaku dan memberikan kebebasan kepada guru maupun peserta didik dalam memilih program atau bahan pembelajaran, sehingga tidak ada unsur paksaan dalam menempuh program Prinsip efisiensi Peran kurikulum dalam ranah pendidikan adalah sangat penting dan bahkan vital dalam proses pembelajaran, ia mencakup segala hal dalam perencanaan pembelajaran agar lebih optimal dan efektif. Dewasa ini, dunia revolusi industri menawarkan berbagai macam perkembangan kurikulum yang dilahirkan oleh para ahli dari dunia barat. Salah satu pengembangan Rosichin Mansur, “PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL Suatu Prinsip-Prinsip Pengembangan,” Vicratina Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2 November 18, 2016, Soetopo and Soemanto, Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan, 52–53. Soetopo and Soemanto, 53–54. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan kurikulum yang dipakai oleh pemerintah Indonesia untuk mecapai sebuah cita-cita bangsa yaitu mengoptimalkan kecerdasan anak-anak generasi penerus bangsa untuk memilki akhlak mulia dan berbudi pekerti yang luhur. Efisiensi adalah salah satu prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum, sehingga apa yang telah direncanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Jika sebuah program pembelajaran dapat diadakan satu bulan pada satu waktu dan memenuhi semua tujuan yang ditetapkan, itu bukan halangan. Sehingga siswa dapat mengimplementasikan program pembelajaran lain karena upaya itu diperlukan agar dalam pengembangan kurikulum dapat memanfaatkan sumber daya pendidikan yang ada secara optimal, cermat, dan tepat sehingga hasilnya Prinsip efektivitas Mengembangkan kurikulum pendidikan perlu mempertimbangkan prinsip efektivitas, yang dimaksud dengan efektivitas di sini adalah sejauh mana rencana program pembelajaran dicapai atau diimplementasikan. Dalam prinsip ini ada dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu efektivitas mengajar guru dan efektivitas belajar aspek mengajar guru, jika masih kurang efektif dalam mengajar bahan ajar atau program, maka itu menjadi bahan dalam mengembangkan kurikulum di masa depan, yaitu dengan mengadakan pelatihan, workshop dan lain-lain. Sedangkan pada aspek efektivitas belajar siswa, perlu dikembangkan kurikulum yang terkait dengan metodologi pembelajaran sehingga apa yang sudah direncanakan dapat tercapai dengan metode yang relevan dengan materi atau materi pembelajaran. Sedangkan prinsip khusus, sebagaimana dikemukakan oleh Sukmadinatamencakup lima hal, yakni; prinsip penentuan tujuan pendidikan, pemilihan isi pendidikan, pemilihan proses belajar mengajar, pemilihan media dan alat pengajaran, serta berkenaan dengan penilaian. Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut Soetopo and Soemanto, 50–51. Soetopo and Soemanto, 50–51. Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek, 86. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 1. Prinsip penentuan tujuan pendidikan Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum dan khusus. Dalam perumusan tujuan pendidikan, didasarkan pada sumber-sumber, seperti; ketentuan dan kebijakan pemerintah, survei mengenai persepsi masyarakat tentang kebutuhan mereka, survei tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu, survei tentang kualitas sumber daya manusia, serta pengalaman negara lain dalam menghadapi masalah yang sama. 2. Prinsip pemilihan isi pendidikan/kurikulum Dalam menentukan isi kurikulum, beberapa pertimbangan yang dapat dijadikan dasar acuan ialah; diperlukan penjabaran tujuan pendidikan ke dalam perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana, isi bahan pelajaran harus meliputi segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis, maksudnya ketiga ranah belajar tersebut diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar. 3. Prinsip pemilihan proses belajar mengajar Dalam proses belajar mengajar, hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini; kecocokan metode/teknik belajar mengajar untuk mengajarkan bahan pelajaran, variasi metode/teknik dalam proses belajar mengajar terhadap perbedaan individu siswa, serta keefektifan metode/teknik dalam mengaktifkan siswa dan mendorong berkembangnya kemampuan baru. 4. Prinsip pemilihan media dan alat pengajaran Dalam proses pemilihan media dan alat pengajaran, hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini; kegiatan perencanaan dan inventaris terhadap alat/media apa saja yang tersedia, serta pengorganisasian alat dalam bahan pembelajaran, baik dalam bentuk modul atau buku paket. 5. Prinsip berkenaan dengan penilaian Penilaian merupakan proses akhir dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam proses penilaian belajar, setidaknya mencakup tiga hal dasar yang Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan harus diperhatikan, yakni; pertama, merencanakan alat penilaian. Hal yang harus diperhatikan dalam fase ini ialah penentuan karakteristik kelas dan usia, bentuk tes/ujian, dan banyaknya butir tes yang disusun. Kedua, menyusun alat penilaian. Langkah-langkahnya adalah dengan merumuskan tujuan pendidikan pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, mendeskripsikan dalam bentuk tingkah laku siswa yang dapat diamati, menghubungkan dengan bahan pelajaran, serta menuliskan butir-butir tes. Ketiga, mengelola hasil penilaian. Prinsip yang perlu diperhatikan ialah norma penilaian yang digunakan dalam pengelolaan hasil tes serta penggunaan skor standard. KESIMPULAN Kurikulum memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Keberadaan kurikulum merupakan salah satu bentuk nyata dalam mengusahakan terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, kurikulum tidaklah bersifat statis. Kurikulum dapat diubah maupun dimodifikasi secara dinamis mengikuti arah perkembangan zaman dengan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur masyarakat. Proses mengubah dan memodifikasi ini dinamakan proses pengembangan. Pengembangan kurikulum bukanlah proses instan tanpa adanya kajian yang matang terhadapnya. Setidaknya sumber rujukan dalam mengembangkan kurikulum harus berdasar pada data empiris dan eksperimen, serta cerita dan pengetahuan umum yang berkembang di masyarakat. Selain itu, pijakan dalam menegembangkan kurikulum juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar, seperti; prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, efektivitas, dan komponen pendidikan lainnya agar tujuan pengembangan kurikulum dapat terarah dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zainal. Konsep Dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung Remaja Rosdakarya, 2015. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 Asmariani. “Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Dalam Perspektif Islam Al-Afkar Jurnal Keislaman & Peradaban.” Accessed April 15, 2020. Dakir. Perencanaan Dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta Bumi Aksara, 2010. Fitroh. “Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Dan Strategi Pencapaian.” STUDIA INFORMATIKA JURNAL SISTEM INFORMASI 4, no. 2 2011. Hamalik, Oemar. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung Remaja Rosdakarya, 2008. Hamzah, A. Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Mentalitas. Bangkalan Universitas Trunojoyo Press, 2007. Kamal, Mustofa. “Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Sosiologi Kritis, Kreativitas Dan Mentalitas.” Madaniyah 4, no. 2 2014 230–50. Langgulung, Hasan. Manusia Dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi Dan Pendidikan. Jakarta Pustaka al-Husna, 1986. Mansur, Rosichin. “PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL Suatu Prinsip-Prinsip Pengembangan.” Vicratina Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2 November 18, 2016. Nasution, S. Kurikulum Dan Pengajaran. Jakarta Rineka Cipta, 1989. Oliva, Peter F. Developing The Curriculum. III. United States Harper Collins Publishers, 1992. Rusman. Manajemen Kurikulum. Jakarta Rajawali Press, 2009. Soetopo, Hendyat, and Wasty Soemanto. Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan. Jakarta Bina Aksara, 1986. Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung Alfabeta, 2009. Sukmadinata, N. S. Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek. Bandung Remaja Rosdakarya, 2004. Syafaruddin, and Amiruddin. Manajemen Kurikulum. Medan Perdana Publishing, 2017. Wahyuni, Fitri. “KURIKULUM DARI MASA KE MASA Telaah Atas Pentahapan Kurikulum Pendidikan Di Indonesia Al-Adabiya Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan.” Accessed April 15, 2020. Wijaya, Pandasurya. “Survei Pendidikan Dunia, Indonesia Masuk 10 Terbawah Dari 79 Negara.” Accessed March 3, 2020. Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta Yayasan Obor Indonesia, 2008. ... 5 Nilai-nilai dalam masyarakat, termasuk nilai-nilai apa saja yang diajarkan di sekolah atau dalam pelaksanaan kurikulum. Prasetyo & Hamami, 2020. ...Oktia Anisa PutriIfnaldi NurmalThis study aimed to learn how the implementation of religious moderation in the development of the PAI curriculum. Researchers used the Library Research research method with historical analysis research types and data collection techniques taken from various literature that discussed the theme in question to find out this. The data that has been collected is then analyzed using content analysis techniques. The study results reveal that the inculcation of moderation values in education is so important in managing world civilization in the field of education. With a high sense of tolerance, will not blame differences. However, this does not mean that moderate Islamic teachings are wishy-washy. Still, these teachings will filter out existing disputes and unite the differences that divide the archipelago, nation and religion. Religious moderation in schools can be done through the Hidden Curriculum. The process of acculturation through the habit of internalization and institutionalization. The PAI curriculum now also uses the independent learning curriculum where the aim of the Free Learning curriculum is the policy of the Minister of Education and Culture to encourage students to master useful knowledge. and provide opportunities for students to be free but still express learning within existing limits and criticisms, without having to fade away as noble ideals and also morals for educators. The factors that influence religious moderation in schools include internal and external factors.... Rachmawati, 2020. Penilaian pada Kurikulum 2013 mencakup tiga ranah di antaranya ialah ranah kognitif pengetahuan, afektif sikap sosial dan spiritual, dan psikomotor keterampilan Prasetyo & Hamami, 2020. Dalam prosesnya, penilaian tentunya memerlukan instrumen penilaian yang tepat agar penilaian berlangsung efektif. ...Ni Kadek Ledi Anggreni I Gede AstawanNi Wayan RatiKurang maksimalnya penilaian pada ranah afektif disebabkan oleh tidak adanya pengembangan instrumen penilaian yang mampu mengukur aspek-aspek penilaian. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan instrumen penilaian sikap spiritual dan sikap sosial siswa kelas VI SD pada tema Persatuan dalam Perbedaan yang valid dan reliabel. Penelitian ini berjenis pengembangan dengan menggunakan model pengembangan RDR. Metode pengumpulan data berupa lembar validasi instrumen dengan melibatkan dua ahli dan dua praktisi kelas VI. Subjek penelitian ini adalah 2 orang ahli dan 2 orang praktisi kelas VI. Metode analisis data menggunakan uji gregory untuk mencari validitas dan uji percentage of agreement untuk mencari reliabilitas. Validitas isi instrumen penilaian sikap spiritual dan sikap sosial menunjukkan hasil 1,00 berkriteria validitas sangat tinggi. Reliabilitas pada instrumen sikap spiritual dan sikap sosial menunjukkan hasil 1,00 berkriteria reliabel. Dapat disimpulkan bahwa instrumen layak untuk digunakan menilai sikap spiritual dan sikap sosial siswa kelas VI SD pada tema Persatuan dalam Perbedaan.... Assessment is a systematic and continuous process or activity to collect information about the process and results of student learning in order to make decisions based on certain criteria and considerations Astuti et al., 2018;Daga, 2020;Prasetyo & Hamami, 2020;Waizah & Herwani, 2021. The decisions in question are decisions about students, such as the grades to be given or also decisions about grade promotion and graduation. ...Ulil Maziyatin NafisyahSofyan HadiLailatul UsriyahThe purpose of the study was to describe the authentic assessment of attitude, knowledge and skills competencies in thematic learning at MI Nurul Islam 02 Balung Jember. This research uses a qualitative research approach and case study research type. The location of this research is MI Nurul Islam 02 Balung Jember. Determination of informants using purposive technique. Data collection techniques using non-participant observation, semi-structured interviews. Data analysis using data condensation, data presentation, drawing conclusions or verification. The results of this study are 1 Authentic assessment of attitude competence in thematic learning at MI Nurul Islam 02 Balung Jember includes spiritual attitudes and social attitudes 2 Authentic assessment of knowledge competence is using written tests, oral tests and assignments. On the theme of 8 Regions Where I Live sub-theme 1 learning to 1 knowledge assessment is carried out in written tests and assignments, written tests are making sentences from a word, and pairing buildings and nets of building spaces. The assignment is that the teacher gives homework in groups. 3 Authentic assessment of skill competencies in thematic learning in the form of portfolio, project, and performance assessments. Skills assessment is seen from students' skills when doing storytelling activities.... Guru bertanggung jawab atas hasil kegiatan belajar anak, diharapkan terjadi interaksi belajar-mengajar, guru yang profesional merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya eksposisi pembelajaran dan guru harus menguasai prinsip-prinsip pembelajaran dalam pembelajaran. Selain menguasai materi yang diajarkan Prasetyo & Hamami, 2020. Maka dari itu guru profesional saat mengajar tidak hanya memberikan banyak nasihat-nasihat, namun mampu memiliki peranan yang besar dalam kemajuan pendidikan seperti mengikuti workshop atau kegiatan pelatihan agar pencapaian tujuan pembelajaran Kristiawan & Rahmat, 2018. ...Salwa Meliana SabrinaAslam AslamPenelitian ini didasarkan dalam peranan kepala sekolah untuk meningkatkan profesionl guru. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengambaran beberapa temuan di lapangan, menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 7 orang terdiri dari kepala sekolah, perwakilan empat guru, dan dua karyawan dengan objek penelitian meliputi Analisis Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesional Guru di SDN Kali Baru 3 Bekasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokementasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Kepala sekolah telah melaksanakan peranan berupa arahan dan instruksi kepada guru, pegawai tentang apa yang harus dilakukan. Sehingga arahan dan instruksi dapat dicermati dan diikuti dengan baik dan maksimal, 2 Faktor pendukung peranan kepala sekolah selama ini terbuka untuk saling kerjasama dan memberikan kenyamanan kepada guru. Sedangkan faktor penghambatnya terdapat salah satu guru yang masih kurang paham menggunakan memiliki tujuan didalamnya, seperti yang tertera dalam UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 bahwa salah satu tujuan pendidikan nasional ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam mencapai tujuan pendidikan diperlukan alat yang dapat mengarahkan dan menjadi landasan dalam kegiatan pembelajaran yaitu kurikulum. Kurikulum merupakan alat pembantu dalam pelaksanaan pembelajaran yang dapat menyokong terwujudnya tujuan pendidikan. Dengan begitu harus adanya penyesuaian terhadap kurikulum yang diterapkan. Kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik juga dengan capaian yang harus dipenuhi. Hal ini menyebabkan adanya perubahan atau pengembangan kurikulum secara berkala. Melihat adanya perubahan kurikulum secara berkala, menimbulkan pertanyaan apakah perubahan untuk pengembangan kurikulum tersebut memiliki pengaruh dalam prestasi belajar peserta didik. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan kurikulum terhadap prestasi belajar peserta didik. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metode literatur review atau studi kepustakaan dengan analisis deskriptif. Dari penelitian yang dilakukan, penulis mendapatkan hasil bahwa pengembangan kurikulum disebagian sekolah dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Namun dilain pihak, pengembangan kurikulum ini hanya meningkatkan motivasi prestasi saja tanpa adanya peningkatan prestasi belajar peserta didik. Pengembangan kurikulum merupakan hal yang perlu dilakukan untuk mendapatkan evaluasian namun harus tetap berlandaskan tujuan pendidikan juga kebutuhan peserta Kurikulum Berbasis Kompetensi Dan Strategi PencapaianDakir. Perencanaan Dan Pengembangan KurikulumJakartaDakir. Perencanaan Dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta Bumi Aksara, 2010. Fitroh. "Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Dan Strategi Pencapaian." STUDIA INFORMATIKA JURNAL SISTEM INFORMASI 4, no. 2 2011. Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis MentalitasA HamzahHamzah, A. Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Mentalitas. Bangkalan Universitas Trunojoyo Press, Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Sosiologi Kritis, Kreativitas Dan MentalitasMustofa KamalKamal, Mustofa. "Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Sosiologi Kritis, Kreativitas Dan Mentalitas." Madaniyah 4, no. 2 2014 The Curriculum. III. United StatesPeter F OlivaOliva, Peter F. Developing The Curriculum. III. United States Harper Collins Publishers, Dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi PendidikanHendyat SoetopoWasty SoemantoSoetopo, Hendyat, and Wasty Soemanto. Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan. Jakarta Bina Aksara, DARI MASA KE MASA Telaah Atas Pentahapan Kurikulum Pendidikan Di Indonesia Al-Adabiya Jurnal Kebudayaan Dan KeagamaanSyafaruddinAmiruddinManajemen KurikulumMedanSyafaruddin, and Amiruddin. Manajemen Kurikulum. Medan Perdana Publishing, 2017. Wahyuni, Fitri. "KURIKULUM DARI MASA KE MASA Telaah Atas Pentahapan Kurikulum Pendidikan Di Indonesia Al-Adabiya Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan." Accessed April 15, 2020. ew/ Pendidikan Dunia, Indonesia Masuk 10 Terbawah Dari 79 NegaraPandasurya WijayaWijaya, Pandasurya. "Survei Pendidikan Dunia, Indonesia Masuk 10 Terbawah Dari 79 Negara." Accessed March 3, 2020.
Skip to contentHome/Manajemen/Prinsip Manajemen 14 Hal yang Diperlukan untuk Manajemen yang Sukses Prinsip Manajemen 14 Hal yang Diperlukan untuk Manajemen yang SuksesPrinsip Manajemen 14 Hal yang Diperlukan untuk Manajemen yang SuksesPakar manajemen yang berbeda telah menjelaskan prinsip yang berbeda berdasarkan penelitian mereka. Henry Fayol, seorang industrialis terkenal Perancis, telah menjelaskan empat belas prinsip manajemen dalam bukunya General and Industrial menjelaskan perbedaan antara prinsip’ dan elemen’ dan juga menjelaskan bahwa prinsip-prinsip manajemen pada dasarnya membangun hubungan antara sebab dan akibat, sedangkan elemen’ manajemen menunjuk pada menyampaikan prinsip-prinsip manajemen, Fayol tetap memperhatikan dua hal. Pertama, daftar prinsip-prinsip manajemen tidak boleh panjang tetapi harus sugestif dan hanya prinsip-prinsip yang harus dijelaskan yang dapat diterapkan di sebagian besar prinsip manajemen harus fleksibel dan tidak kaku sehingga dapat dilakukan perubahan jika diperlukan. Empat belas prinsip yang dibkemukakan oleh Henry Fayol adalah sebagai berikut1. Divisi KerjaPrinsip fayol ini memberi tahu kita bahwa sejauh mungkin seluruh pekerjaan harus dibagi menjadi beberapa bagian yang berbeda dan setiap individu harus diberikan hanya satu bagian dari pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan keahlian daripada memberikan keseluruhan pekerjaan kepada satu seorang individu tertentu melakukan pekerjaan yang sama berulang kali, dia akan menjadi ahli dalam melakukan bagian tertentu dari keseluruhan pekerjaan. Akibatnya, manfaat spesialisasi akan seorang produsen furnitur mendapat pesanan pembuatan 100 meja kuliah. Dia memiliki lima pekerja yang akan melakukan pekerjaan itu. Ada dua cara untuk menyelesaikan pesanan ini. Pertama, setiap pekerja diminta untuk menyelesaikan 20 stand kedua dapat mendistribusikan bagian yang berbeda dari membuat meja kuliah misalnya pekerja satu menyelesaikan papan atas, yang lain penyangga tengah, dan lainnya mengerjakan perakitan dan poles. Cara ini memberikan pekerjaan yang berbeda kepada lima pekerja untuk melakukan pekerjaan sama, yaitu membuat 100 meja kuliahDi sini, indikasi Fayol adalah cara kedua untuk melakukan pekerjaan ini dan bukan yang pembagian kerja berlaku tidak hanya untuk para pekerja tetapi juga untuk para manajer. Misalnya, jika seorang manajer ditugaskan untuk mengerjakan jenis kegiatan yang sama untuk jangka waktu yang lama, ia pasti akan menjadi ahli dalam pekerjaan keputusan yang lebih banyak dan bermanfaat dapat diambil dalam waktu yang relatif lebih singkat Positive Effect dari spesialisasi akan diperoleh, seperti peningkatan kualitas kerja, peningkatan kecepatan produksi, penurunan pemborosan sumber daya2. Wewenang dan Tanggung JawabMenurut prinsip ini, wewenang dan tanggung jawab harus berjalan seiring. Ini berarti bahwa ketika seorang individu tertentu diberi pekerjaan tertentu dan dia dibuat bertanggung jawab atas hasilnya, ini hanya mungkin jika dia diberi wewenang yang cukup untuk melaksanakan tanggung tepat untuk membuat seseorang bertanggung jawab atas pekerjaan apa pun tanpa otoritas. Dalam kata-kata Fayol, “Hasil dari otoritas adalah tanggung jawab. Ini adalah hasil alami dari otoritas dan pada dasarnya aspek lain dari otoritas dan kapan pun otoritas digunakan, tanggung jawab secara otomatis lahir. ”Misalnya, CEO sebuah perusahaan telah menggandakan target penjualan dari manajer penjualan untuk tahun yang akan datang. Untuk mencapai target ini, wewenang untuk menunjuk perwakilan penjualan yang diperlukan, beriklan sesuai kebutuhan, dll. Harus diizinkan. Jika hal-hal ini tidak diizinkan, manajer penjualan tidak dapat dimintai pertanggungjawaban3. DisiplinPrinsip manajemen selanjutnya adalah kedisiplinan. Disiplin sangat penting untuk setiap prestasi kerja yang berhasil. Fayol menganggap disiplin berarti kepatuhan, menghormati otoritas, dan kepatuhan pada aturan yang dapat dibangun dengan memberikan pengawasan yang baik di semua tingkatan, menjelaskan aturan secara jelas, dan menerapkan sistem reward and punishment. Seorang manajer dapat memberikan contoh yang baik kepada bawahannya dengan mendisiplinkan dirinya jika karyawan mengingkari janjinya untuk bekerja hingga kapasitas penuh mereka, itu akan dianggap sebagai pelanggaran kepatuhan. Demikian pula seorang manajer penjualan memiliki wewenang untuk melakukan bisnis secara jika dia mengizinkan fasilitas ini bukan untuk pelanggan umum tetapi hanya untuk kerabat dan teman-temannya, maka itu sama saja dengan mengabaikan rasa hormatnya kepada Kesatuan KomandoMenurut prinsip manajemen kesatuan komando, seorang karyawan harus menerima perintah hanya dari satu atasan pada satu waktu dan bahwa karyawan harus bertanggung jawab hanya kepada atasan ada banyak atasan yang memberi perintah kepada karyawan yang sama, dia tidak akan bisa memutuskan urutan mana yang akan diberi prioritas. Ia kemudian menemukan dirinya dalam situasi yang seperti itu berdampak buruk pada efisiensi bawahan. Sebaliknya, jika atasannya banyak, maka setiap atasan ingin agar perintahnya diutamakan. Masalah ego ini menciptakan kemungkinan conflict of interest. Akibatnya, efisiensi mereka sendiri kemungkinan besar akan Kesatuan ArahKesatuan arah berarti bahwa harus ada satu kepala untuk satu rencana untuk kelompok kegiatan yang memiliki tujuan yang sama. Dengan kata lain, harus ada satu rencana tindakan untuk sekelompok kegiatan yang memiliki tujuan yang sama dan harus ada satu manajer untuk sebuah perusahaan otomotif membuat dua produk, yaitu skuter dan mobil, sehingga memiliki dua setiap produk memiliki pasar dan masalahnya sendiri-sendiri, maka setiap divisi harus memiliki targetnya sendiri. Kini setiap divisi harus merencanakan targetnya sesuai kondisi lingkungannya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Perlu dibedakan antara pengertian kesatuan komando dan kesatuan komando berarti hanya ada satu manajer dalam satu waktu untuk memberikan perintah kepada seorang karyawan, sedangkan kesatuan arah berarti hanya ada satu manajer yang menjalankan kendali atas semua kegiatan yang memiliki tujuan yang Subordinasi Kepentingan Individu ke Kepentingan UmumPrinsip manajemen ini dapat dinamakan Prioritas Kepentingan Umum daripada Kepentingan Individu’. Menurut prinsip ini, kepentingan umum atau kepentingan organisasi di atas segalanya. Jika seseorang diminta untuk menempatkan kepentingan individu dan kepentingan umum dalam urutan prioritas, pasti kepentingan umum akan ditempatkan di tempat jika seorang manajer mengambil suatu keputusan yang merugikan dirinya secara pribadi tetapi menghasilkan keuntungan yang besar bagi perusahaan, ia tentunya harus mengutamakan kepentingan perusahaan dan mengambil keputusan tersebut sesuai dengan jika suatu keputusan membantu manajer secara pribadi tetapi mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan, maka keputusan seperti itu tidak boleh manajer pembelian suatu perusahaan harus membeli 100 ton bahan mentah. Putranya kebetulan menjadi pemasok bersama pemasok lain di membeli bahan mentah dari perusahaan anaknya dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar. Ini akan menguntungkan manajer secara pribadi, tetapi perusahaan akan mengalami kerugian besar. Situasi ini buruk bagi Remunerasi untuk KaryawanFayol berpendapat bahwa karyawan harus mendapatkan remunerasi yang adil sehingga karyawan dan pemilik mendapatkan kepuasan yang tugas manajer untuk memastikan bahwa karyawan diberi remunerasi sesuai dengan pekerjaan mereka. Namun, jika mereka tidak dibayar dengan layak untuk pekerjaan mereka, mereka tidak akan melakukan pekerjaan mereka dengan dedikasi, kejujuran dan kapasitas yang organisasi harus menghadapi kegagalan. Remunerasi yang layak bergantung pada beberapa faktor seperti biaya hidup, permintaan tenaga kerja dan kemampuan merasa bahwa untuk memotivasi karyawan, selain dari remunerasi umum, mereka harus diberi insentif moneter dan anggaplah segala sesuatunya semakin mahal dan perusahaan mendapatkan keuntungan besar. Dalam situasi seperti itu, remunerasi karyawan harus ditingkatkan bahkan tanpa diminta. Jika hal ini tidak dilakukan, karyawan akan meninggalkan perusahaan jika ada kesempatan. Tentunya akan ada biaya yang harus dikeluarkan untuk rekrutmen baru yang akan merugikan Sentralisasi dan DesentralisasiMenurut prinsip manajemen ini, para atasan harus mengadopsi sentralisasi yang efektif daripada sentralisasi lengkap dan desentralisasi lengkap. Dengan sentralisasi yang efektif, Fayol menerangkan tidak berarti bahwa otoritas harus sepenuhnya otoritas pengambilan keputusan penting berada di tangan mereka sendiri, sedangkan kewenangan mengambil keputusan sehari-hari dan keputusan yang kurang penting harus dilimpahkan kepada sentralisasi dan desentralisasi dapat berbeda dalam situasi yang berbeda. Misalnya, menguntungkan untuk memiliki lebih banyak sentralisasi di unit bisnis kecil dan lebih banyak desentralisasi di unit bisnis keputusan dalam menentukan tujuan dan kebijakan, perluasan bisnis, dll. Harus tetap berada di tangan atasan. Di sisi lain, kewenangan untuk pembelian bahan baku, pemberian cuti kepada karyawan, dll harus dilimpahkan kepada positifPenurunan beban kerja atasanKeputusan yang lebih baik dan cepatMeningkatkan dorongan kepada bawahanEfek negatifPeningkatan beban kerja yang tidak perlu dari atasan jika terjadi sentralisasi dan bawahan jika terjadi desentralisasiKeputusan yang terburu buru dan salah oleh atasan jika sentralisasi penuh dan keputusan yang lemah oleh bawahan dalam kasus desentralisasi lengkapPenurunan dorongan kepada bawahan jika sentralisasi HirarkiPengertian hirarti mengacu pada garis otoritas formal yang bergerak dari peringkat tertinggi ke peringkat terendah dalam garis lurusPendapat FayolRantai hirarki ini harus diikuti dengan ketat. Artinya setiap komunikasi harus bergerak dari atas ke bawah dan sebaliknya dalam satu garis lurus. Kondisi penting di sini adalah tidak ada langkah posting yang harus dilewatkan selama FayolFayol menjelaskan prinsip ini dengan bantuan sebuah di perusahaan karyawan F’ ingin berhubungan dengan karyawan P’. Menurut prinsip rantai hirarki F’ harus mencapai A’ melalui media E, D, C, B dan kemudian bersentuhan dengan L, M, N, 0 akan mencapai P’. Jadi F’ harus mengambil bantuan dari kesembilan langkah posting untuk melakukan kontak bisnis dengan P’.Karena sistem otoritas dan komunikasi yang lebih jelas, masalah dapat diselesaikan lebih juga pengecualian dari prinsip rantai hirarki. Konsep ini dikembangkan untuk menjalin kontak langsung dengan karyawan yang sederajat dalam keadaan darurat untuk menghindari keterlambatan seperti yang ditunjukkan pada diagram karyawan F’ dapat melakukan kontak langsung dengan karyawan P’. Tetapi untuk melakukannya, karyawan F’ dan P’ harus meminta izin sebelumnya dari atasan langsung mereka E’ dan O’. Rincian pembicaraan mereka juga harus diberikan kepada .PesanMenurut prinsip keteraturan, orang yang tepat harus ditempatkan pada pekerjaan yang tepat dan hal yang benar harus ditempatkan di tempat yang Fayol, setiap perusahaan harus memiliki dua pesanan yang berbeda Tatanan Material untuk Sumber Daya Fisik dan Tatanan Sosial untuk Sumber Daya sumber daya fisik agar tetap teratur berarti tempat yang tepat untuk segala sesuatu dan segala sesuatu di tempat yang tepat’. Demikian pula, menjaga ketertiban sumber daya manusia berarti tempat untuk semua orang dan semua orang di tempat yang ditentukan’.Mempertahankan kedua perintah ini dengan benar akan memastikan bahwa semua orang mengetahui tempat kerjanya, apa yang harus dia lakukan, dan dari mana dia akan mendapatkan materi yang dibutuhkannya. Alhasil, semua sumber daya yang tersedia di organisasi akan dimanfaatkan dengan KesetaraanPrinsip manajemen ini mengatakan bahwa manajer harus memperlakukan bawahannya dengan cara yang adil dan baik sehingga mereka mengembangkan perasaan dedikasi dan keterikatan pada pekerjaan mereka. Semua karyawan harus diperlakukan sama dan tidak memberi tahu kita sehubungan dengan prinsip ini bahwa tidak boleh ada persamaan perlakuan antara orang yang pekerjaannya benar-benar baik dan orang yang pada dasarnya setiap karyawan harus diperlakukan dengan tegas dan adil. Karena sudut pandang inilah Fayol telah mempresentasikan metode remunerasi Stabilitas PersonilDari sudut pandang manajemen, sangat berbahaya untuk sering berganti karyawan karena ini merupakan cerminan dari manajemen yang tidak efisien. Oleh karena itu, menurut prinsip manejemen ini, kestabilan masa kerja karyawan itu penting agar pekerjaan tetap berpendapat bahwa ketidakstabilan dalam masa jabatan karyawan adalah penyebab manajemen dan hasil yang buruk. Tingkat perputaran tenaga kerja yang tinggi akan mengakibatkan peningkatan biaya karena memilih mereka berkali-kali, dan memberi mereka pelatihan juga menurunkan prestise organisasi dan menciptakan rasa tidak aman di antara karyawan yang membuat mereka sibuk mencari jalan baru untuk bekerja. Akibatnya, rasa dedikasi tidak bisa tercipta di antara jika pekerja di suatu perusahaan tidak diperlakukan dengan baik dan suasana di perusahaan juga tidak sehat, maka karyawan tidak akan bertahan lama. Dengan kata lain, mereka akan meninggalkan perusahaan pada kesempatan pertama yang tersedia. Situasi ini sangat seorang karyawan menyelesaikan 10 unit barang dalam sehari. Buruh lain yang kebetulan kerabat pengawas menyelesaikan 8 unit tapi keduanya mendapat upah yang sama. Ini melanggar prinsip kesetaraan. Pekerja kedua harus mendapatkan upah yang lebih sedikit daripada yang InisiatifInisiatif berarti kapasitas untuk bekerja sambil mengungkapkan pikiran seseorang. Menurut Fayol, itu adalah tugas manajer untuk mendorong rasa inisiatif di antara karyawannya untuk melakukan suatu pekerjaan atau mengambil keputusan tetapi dalam batas otoritas dan hanya mungkin terjadi jika manajer akan menerima pemikiran bawahannya. Dengan demikian bawahan akan terus menerus mempresentasikan ide-ide baru dan berguna dan secara bertahap mereka akan menjadi bagian integral dari organisasi. Untuk membuat proses ini sukses, seorang manajer harus meninggalkan rasa prestise yang seorang sales menyarankan kepada manajer penjualannya untuk menerapkan teknik periklanan baru. Manajer penjualan menyuruhnya pergi dengan mengatakan kepadanya bahwa itu tidak mungkin dan mengabaikan saran itu sama situasi seperti itu, sales yang telah ditolak dan diremehkan tidak akan pernah berani menawarkan saran apa pun di masa mendatang karena keinginannya untuk mengambil inisiatif telah jika sarannya didengarkan baik-baik meski belum terlaksana, dia bisa berani menawarkan saran di masa mendatang. Tindakan seperti itu akan mendorong Esprit de corpsSesuai dengan prinsip manajemen ini, seorang manajer harus terus berupaya mengembangkan semangat tim di antara bawahan. Untuk melakukan ini, dia harus menggunakan kata Kami’ atau “Kita” daripada “Saya”selama percakapan dengan bawahan atau merayakan yang Anda lihat, 14 prinsip manajemen Fayol tidak menyimpang jauh dari prinsip yang dipegang teguh oleh sebagian besar manajer modern. Bahkan, Anda bisa menerapkan semuanya ke tempat kerja menyarankan Anda menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri AndaBagaimana saya dapat membantu tim saya mencapai lebih banyak?Bagaimana cara menciptakan budaya tempat kerja yang positif?Apa yang dapat saya lakukan untuk membuat segalanya lebih baik?Jika Anda sudah mendapatkan jawaban dari 3 pertanyaan ini, kemungkinan besar Anda berpeluang menjadi manajer yang artikel seperti ini ada di website perusahaan Anda? Atau sedang mencari jasa penulis artikel? Hubungi kami melalui tautan adalah artikel menarik lainnya yang bisa Anda bacaPasar Monopoli Pengertian, Karakteristik, Penyebab, Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya Disposable Income Pengertian, Cara Hitung, Penggunaan dan BatasanSistem Informasi Pemasaran Pengertian, Fungsi, Karakteristik, dan KomponennyaPengertian Cashflow Quadrant, Manfaat dan 4 Bagian di DalamnyaAnalisis Jabatan Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Tips Melakukan Analisis
Team Work adalah suatu bentuk kerja sama dalam beberapa sumber daya manusia, berasal dari latar belakang yang berbeda, kedudukannya sama, dan eksis dalam berorganisasi atau perkantoran untuk menjalankan komitmen dan meraih tujuan yang sama. Cara Kerja Tim Yang Baik Dalam hal ini, diharuskan untuk adanya kesepahaman, keselarasan, persetujuan komitmen dalam bekerja, dan menyatukan langkah untuk meraih tujuan bersama. Untuk Mencapai Tujuan Bersama Hal ini dapat dicapai tujuan bersama apabila sudah ditetapkan object dan targetnya. Ini sangat penting agar seluruh aktifitas yang berhubungan kerja sama harus kesepahaman gerak dan mempunyai langkah atau ide untuk direalisasikan bersama. Dan apabila ada seorang anggota kelompok ada suatu masalah, maka harus diberitahukan kepada yang lainnya untuk dicarikan solusi bersama agar mendapatkan langkah dan kerja yang selaras untuk mencapai tujuan bersama. Cara Mengatasi Hambatan Hal ini bila ada permasalahan dapat di atasi dengan cara mengatasi hambatan atau masalah yang terjadi disekitar kantor dengan cara pemetaan permasalahan, kemudian dikasifikasikan berdasarkan tingkat penyelesaiannya, kemudian di analisa sesuai dengan tingkatannya agar semua permasalahan dapat di atasi dengan lancar dan cepat. Implikasinya Dalam Manajeral Yaitu untuk meningkatkan efektifitas TEAM WORK dalam sebuah perusahaan memerlukan Team Work yang baik antara bagian dan divisi didalam perusahaan tersebut agar perusahaan tersebut berkembang dan maju lebih cepat. A. PRINSIP-PRINSIP BEKERJASAMA DALAM TIM Dalam bekerja kita tidak seorang diri, tetapi bekerja dengan orang lain dalam satu tim. Oleh karena itu, kita perlu mempelajari prinsip-prinsip bekerjasama dalam satu tim. Bagaimanakah prinsip-prinsip bekerjasama dalam satu tim itu, akan diuraikan seperti berikut ini. 1. Pengertian tim Dilihat dari asal katanya tim team merupakan terjemahan dari kata Inggris, yaitu together, everyone, dan achieves, yang artinya bekerjasama. Maksudnya jika sesuatu pekerjaan dikerjakan dengan cara bekerjasama maka akan dapat mencapai hasil yang lebih baik. Tim merupakan bentuk khusus dari kelompok kerja yang berbeda dengan bentuk-bentuk kelompok kerja yang lainnya. Tim beranggotakan orang-orang profesional yang dikoordinasikan untuk bekerjasama dalam menangani suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Dengan kata lain tim adalah sekelompok orang dengan berbagai latar belakang keahlian yang menjalin kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. 2. Ciri-ciri sebuah tim Ciri-ciri sebuah tim adalah sebagai berikut. anggota tim mempunyai ciri dan identitas yang sama anggota tim mengetahui misi, tujuan dan sasaran yang ingin dicapainya anggota tim di bawah seorang pimpinan yang sama anggota tim merasakan dampak keberhasilan dan kegagalan e. Setiap anggoata tim saling bekerjasama dan berkolaborasi dalam melaksanakan tugas f. Tim terdiri dari berbagai macam orang dengan latar belakang keahlian berbeda-beda. 3. Faktor-faktor pembentukan tim Faktor-faktor yang mendasari pembentukan tim adalah sebagai berikut dua orang atau lebih cenderung lebih baik dari pada hasil pemikiran satu orang sinergi 1+1 > 2, yaitu bahwa hasil keseluruhan tim jauh lebih baik dari pada jumlah bagiannya tim dapat saling mengenal dan saling percaya, sehingga mereka dapat saling membantu dan bekerjasama d. Kerjasama tim dapat menyebabkan komunikasi terbina dengan baik 4. Karakteristik sebuah tim Tidak semua kumpulan orang dapat dikatakan suatu tim. Untuk menjadi suatu tim, kumpulan orang itu harus mempunyai karakteristik sebagai berikut. kesepakatan terhadap misi tim anggota mentaati peraturan yang berlaku pembagian tugas, tanggungjawab, dan wewenang beradaptasi terhadap perubahan Dengan demikian jelaslah bahwa sekumpulan orang belum tentu merupakan suatu tim. Sebab orang-orang yang berada dalam suatu kelompok atau perkumpulan belum tentu dapat bekerjasama, mempunyai misi dan tujuan yang sama, serta dapat saling pengertian dan saling membantu. 5. Prinsip-prinsip kerjasama tim Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam membentuk suatu tim adalah sebagai berikut. pribadi anggota tim Faktor saling percaya antar anggota tim merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu setiap anggota tim harus saling mengenal identitas dan karakter pribadi masing-masing. Suatu tim tidak akan dapat berjalan secara efektif jika para anggotanya tidak merasa cocok satu sama lain. antar anggota tim Agar setiap anggota tim dapat bekerjasama, mereka tentu saja harus saling mengenal, saling berhubungan, dan saling berkomunikasi. Untuk itu dibutuhkan waktu bagi anggota tim yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, politik, dan status sosial budaya yang berbeda-beda untuk saling mengenal dan bekerjasama. B. MANFAAT DAN TUJUAN BEKERJA DALAM TIM Bekerja dalam bentuk tim akan lebih efektif dari pada bekerja sendiri-sendiri. Untuk memahami apa saja manfaat dan tujuan bekerja dalam tim dapat diikuti uraian berikut ini. 1. Fungsi dan manfaat bekerja dalam tim Bekerja dalam tim memiliki banyak fungsi dan manfaat. Fungsi bekerja dalam tim antara lain dapat mengubah sikap, perilaku, dan nilai-nilai pribadi, serta dapat turut serta dalam mendisiplinkan anggota lainnya. Selain itu tim dapat digunakan untuk pengambilan keputusan, merundingkan, dan bernegosiasi bargaining. Anggota tim dengan latar belakang yang berbeda-beda mungkin saja membawa perspektif atau pengaruh positif terhadap proses pengambilan keputusan. Secara lebih rinci manfaat bekerja dalam tim adalah sebagai berikut. bagi organisasi – Meningkatkan produktivitas kerja – Meningkatkan kualitas kerja bagi anggota -Stress atau beban akibat pekerjaan akan berkurang -Tanggungjawab atas pekerjaan dipikul bersama -Dapat menyalurkan bakat dan kemampuannya 2. Tujuan bekerja dalam tim Pada dasarnya tujuan bekerja dalam tim didasarkan pada prinsip kesatuan tujuan, prinsip efisiensi, dan prinsip efektivitas. Untuk lebih jelasnya dapat diikuti uraian berikut ini. tujuan C. MENYADARI TUJUAN, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB DALAM TIM Setiap anggota tim tentu saja harus menyadari tujuan, tugas, dan tanggungjawabnya. Bagaimana menyadari tujuan, tugas, dan tanggungjawab dalam tim dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Tugas dan tanggungjawab anggota tim Secara umum tugas dan tanggungjawab anggota tim adalah sebagai berikut. tujuan dan misi tim kebersamaan dalam tim dan melaksanakan ketentuan atau norma yang berlaku dalam tim tugas dan pekerjaan dengan sebaik-baiknya nama baik dan kerahasiaan tim f. Menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan pekerjaan tim g. Memberikan kontribusi yang nyata dalam memajukan kerjasama tim h. Ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tim serta menerima dan melaksanakan keputusan tim dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggungjawab. 2. Tugas dan tanggungjawab pimpinan tim Kepemimpinan pada dasarnya merupakan proses manajemen dalam rangka memberikan pengaruh, bimbingan, dan pengarahan terhadap kegiatan yang berhubungan dengan tugas dan tanggungjawabnya. Secara umum tugas dan tanggungjawab pimpinan tim adalah sebagai berikut. dan proaktif dalam memberikan dukungan terhadap kerjasama tim dan mengarahkan seluruh anggota dalam pelaksanaan kerjasama tim dan menangani setiap permasalahan yang timbul sebagai dampak negatif dari kerjasama tim seluruh tanggungjawab terhadap maju mundurnya kerjasama tim komando terhadap pelaksanaan tugas dan kegiatan tim 3. Tugas dan tanggungjawab terhadap anggota yang pasif Dalam kerja tim tidak ada istilah keberhasilan individu, melainkan keberhasilan tim. Setiap anggota tim diharapkan dapat mengerahkan segenap kemampuannya untuk tim. Jika dalam suatu tim terdapat anggota yang pasif, maka hal ini harus segera diatasi. Karena bagi sebuah teamwork, rekan kerja yang pasif akan mengganggu kerjasama tim. Untuk mengatasi anggota yang pasif dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. a. Pimpinan bertindak lebih tegas b. Pimpinan jangan ragu-ragu untuk menegur anggota yang pasif c. Pimpinan harus tegas dalam pembagian tugas kerja d. Pimpinan jangan sering meng-hadle pekerjaan anggota yang pasif e. Pimpinan jangan putus asa dan terbawa arus untuk ikut-ikutan pasif 4. Strategi pelaksanaan tugas dan tanggungjawab bekerja dalam tim Pembentukan suatu tim tentu saja tidak dengan sendirinya akan dapat berjalan efektif sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu diperlukan strategi untuk mengatasi berbagai kendala dan hambatan yang muncul. Dalam hal ini King dalam Goetsch dan Davis, 1994 menganjurkan 10 strategi yang ia sebut Sepuluh Perintah Tim Ten Team Commandment untuk meningkatkan kineja suatu tim. Sepuluh perintah tim tersebut adalah sebagai berikutnya. aSaling ketergantungan tugas alignment yang umum yang dibagi rata pemecahan masalah menangani konflik atau tindakan atas kesuksesan tim Cara Menyampaikan Pendapat Yang Baik Cara menyampaikan pendapat adalah bagian dari hak asasi manusia. Penyampaian pendapat dapat dilakukan siapapun sebagai warga negara dengan berbagai sarana. Adapun sarana komunikasi modern adalah sarana komunikasi yang menggunakan media dengan peralatan atau teknologi modern. Sarana komunikasi modern ini dapat dilakukan antar pribadidan dapat juga dilakukan secara bersama menjangkau banyak orang. Cara menyampaikan pendapat di muka umum Cara menyampaikan pendapat di muka umum hendaknya dilakukan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab adalah, misalnya – Menyampaikan pendapat dengan kata yang sopan – Tidak memotong pembicaraan orang lain – Didasarkan pada akal sehat dan hati nurani yang luhur – Berani menanggung resiko bila ada sanggahan dari pihak lain – Jangan suka memaksakan kehendak pendapat sendiri – Mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi – Apabila saran/usulan/kritik tidak bisa diterima, maka harus berbesar hati untuk menerimanya – Dapat melaksanakan hasil keputusan bersama secara jujur dan bertanggung jawab Ada dua prinsip yang harus dipegang dalam mengaktualisasikan hak kemerdekaan menyampaikan pendapat, yaitu kebebasan dan tanggung jawab. Prinsip kebebasan memiliki tujuan yaitu agar hak cara kemerdekaan menyampaikan pendapat bisa dilaksanakan dalam kondisi bebas. Sedangkan prinsip tanggung jawab bertujuan agar hak kemerdekaan menyampaikan pendapat yang baik bisa dilaksanakan sesuai dengan aturan hukum yang ada serta mengindahkan norma agama, kesusilaan, dan kesopanan dalam masyarakat. Apabila kemerdekaan menyampaikan pendapat berlangsung secara bebas dengan tanpa pertanggungjawaban, maka akan menimbulkan hal-hal yang bersifat negatif dalam masyarakat. Demonstrasi, pawai, rapat umum, atau mimbar bebas ynag tidak terkendali dapat mengarah pada tindakan pengrusakan, penjarahan, pembakaran, bentrok massal, korban luka, bahkan ada korban meninggal dunia. Oleh karena itu, kemerdekaan cara menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab merupakan hak dan sekaligus juga kewajiaban setiap warga negara di Indonesia.
Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Kerjasama? Mungkin anda pernah mendengar kata Kerjasama? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, bentuk, cara, faktor, manfaat, prinsip, penghambat, pendukung, kelebihan, kekurangan, arti, akibat, hubungan, tips dan contoh . Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Kerjasama Kerjasama ialah salah satu tampilan interaksi sosial yang mempunyai karakter asosiatif atau terbentuk karena ada pemikiran yang sama dalam suatu lingkungan masyarakat baik antar individu maupun kelompok untuk menggapai maksud tertentu. Berikut ini ada beberapa pendapat dari para ahli tentang pengertian kerjasama, yakni sebagai berikut Menurut pendapat Rosen, kerjasama ialah asal mula yang benar-benar ralistis untuk tingkat jasanya. Dalam hal ini kerjasama dalam lingkungan ekonomi pada faktor jual beli. 2. Menurut Handshake Agreements Menurut pendapat Handshake Agreements, kerjasama ialah aktivitas yang disusun tidak berlandasan aturan kesepakatan yang ditulis. Menurut pendapat Pamudji, kerjasama ialah aktivitas yang dikerjakan oleh 2 orang ataupun bertambah dengan membuat hubungan antar perorangan yang membuat kerjasama sampai menggapai tujuan yang dinamis. Diperoleh 3 faktor yang tercantum dalam kerjasama ialah orang yang membuat kerjasama, adanya hubungan dan adanya tujuan yang sama. Menurut pendapat Tangkilisan, kerjasama ialah asal mula kapasitas yang terangkat di dalam suatu penataan sehingga dapat menghasilkan kesimpulan dan kegiatan penataan. Menurut pendapat Thomson Dan Perry, kerjasama ialah suatu aktivitas yang mempunyai jenjang yang berselisih mulai dari adanya pengaturan dan kerjasama sampai terjalin persekutuan di dalam suatu aktivitas kerjasama. Bentuk Kerjasama Berikut ini ada beberapa bentuk dalam kerjasam, yakni sebagai berikut Tawar Menawar Tawar menawar ialah kerjasama yang terjadi karena adanya kesepakatan peralihan barang maupun jasa antara 2 penataan maupun lebih. Koalisi Koalisi ialah kerjasama yang terjadi karena adanya perbandingan antara 2 penataan maupun lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Cooptation Cooptation ialah kerjasama yang terjadi karena adanya prosedur perolehan hal baru dalam arahan dan penerapan politik dalam suatau penataan agar lebih sebanding. Usaha Patungan Usaha patungan ialah kerjasama yang terjadi antara banyak bagian dengan lingkungan yang bertentangan karena adanya pekerjaan besar untuk menjayakan suatu tujuan. Kerukunan Kerukunan ialah tatanan kerjasama yang dipedomani atas kedamaian yang terangkai antara perorangan maupun kelompok. Cara Membentuk Kerjasama Berikut ini ada beberapa cara yang harus diperhatikan dalam membentuk kerjasama, antara lain sebagai berikut Penetapan tujuan kerjasama Perlengkapan profil Membentuk sebuah perintah yang positif Menghormati setiap pertentangan pendapat dan kemampuan rekan kerja Berpusat kepada mutu Menawarkan sebuah bantuan Memperlihatkan sikap antusiasme Faktor Penggerak Kerjasama Berikut ini terdapat 5 faktor penggerak kerjasama, antara lain sebagai berikut 1. Orientasi Orientasi setiap orang pada himpunannya sendiri dari mulai arah, tujuan, dan kebutuhan lain. Untuk mendapatkan orientasi tersebut, setiap anggota himpunan tersebut menanti dan menggantungkan bantuan dari anggota himpunannya. 2. Ancaman dari luar Adanya ancaman yang sama yang bisa mengitimidasi hubungan ketaatan maupun perkerabatan yang secara kedaerahan dan institusional telah terkandung di setiap anggota himpunannya. 3. Rintangan dari luar Himpunan sering akan ada keputusasaan karena tidak berhasil angan-angan yang diinginkan. 4. Mencari keuntungan pribadi Sering kali seseorang berkeinginan bisa menerima keuntungan yang diinginkannya, karena hal tersebut, seseorang tersebut mempunyai kemauan untuk bekerjasama. 5. Menolong orang lain Kerjasama sering kali terjadi karena adanya rasa mau menolong individu maupun himpunan lain agar memudahkan beban musibah mereka tanpa menginginkan imbalan apapun. Manfaat Kerjasama Berikut ini ada beberapa manfaat dari kerjasama, yakni sebagai berikut Bisa menjalin perkerabatan Menanamkan keinginan rasa persatuan Aktivitas akan makin segera selesai Aktivitas akan makin lebih ringan Prinsip-Prinsip Kerjasama Berikut ini adalah prinsip-prinsip kerjasama yaitu Berorientasi pada tercapainya tujuan yang baik Memperhatiakan kepentingan bersama Prinsip saling menguntungkan Penghambat dalam Kerjasama Berikut ini adalah beberapa penghambat dalam kerjasama yaitu Identifikasi pribadi anggota tim Sudah merupakan hal yang alamiah bila seseorang ingin tahu apakah mereka cocok disuatu organisasi, termasuk di dalam suatu tim. Orang menghawatirkan hal-hal seperti kemungkinan menjadi outseder, pergaulan dengan anggota lainnya,faktor pengaruh dan saling percaya antar tim . Hubungan antar anggota tim Agar setiap anggota dapat bekerjasama, mereka saling mengenal dan berhubungan. Untuk itu dibutuhkan waktu bagi anggota nya untuk saling bekerjasama. Identitas tim di dalam organisasi. Faktor ini terdiri dari dua aspek yang pertama kesesuaian atau kecocokan tim di dalam organisasi dan Kedua pengaruh keanggotaan tim tertentu terhadap hubungan dengan anggota. Pendukung dalam Kerjasama Berikut ini adalah beberapa pendukung dalam kerjasama yaitu Saling ketergantungan. diperlukan di antara paranggota tim dalam hal iniinformasi, sumber daya, pelaksanaan tugas dan dukungan. Adanya ketergantungan dapat memperkuat kebersamaan tim Perluasan tugas Setiap tim harus diberi tantangaaan, karena reaksi atau tanggapan tantangan tersebut akan membantu semangat persatuan, kebanggaan dan kesatuan tim. Bahasa yang umum Setiap tim harus menguasai bahasa yang umum dan mudah di mengerti. Penjajaran Anggota tim harus bersedia menyisihkan sikap individualismenya dalam rangka mencapai rangka misibersama. Keterampilan menangani konfrontasi atau konflik Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Oleh karna itu dibutuhkan keterampilan dalam penerimaan perbedaan pendapat dan menyampaikan ketidaksetujuan terhadap pendapat orang lain tanpa harus menyakiti orang lain. Kelebihan dan Kekurangan Kerjasama Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan kerjasama yaitu 1. Kelebihan Meningkatkan informasi dan pengetahuan. Dengan bekerja secara bersama. Maka sumberdaya masing-masing individu akan tertampung dalam tim ini, sehingga bisa memperkuat tim baik dalam informasi maupun pengetahuan. Meningkatkan ragam pandangan. Anggota tim dengan latar belakang yang berbeda akan memberikan pandangan yang beragam terhadap suatu pengambilan keputusan. Hal ini akan memperkuat legalitas dan kualitas pengambilan keputussan. Meningkatkan penerimaan atas suatu solusi. Solusi yang diputuskan bersama akan diterima secara lebih baik dari pada jika diputuskan oleh seorang individu, misalnya direktur utama perusahaan. Meningkatkan tingkat kinerja. Dengan berbagai keterampilan anggota tim yang dimilikinya maka kinerja tim diharapkan bisa lebih baik dari pada kinerja individual. 2. Kekurangan Tim kerja memungkinkan terjadinya groupthink. Groupthink merupakan fenomena untuk mengikuti consensus dari mayoritas anggota tim mengalahkan pendapat minoritas yang mungkin saja lebih benar. Memungkinkan terjadinya free rider. Mereka yang tidak memberikan kontribusi secara nyata, namun karena bergabung dengan tim maka dia mendapat imbalan atau balas jasa yang sama baiknya. Memungkinkan pengambilan keputusan berlarut-larut. Hal ini memungkinkan jika tidak dicapai consensus antara anggota tim. Dengan begitu, tanpa adanya kerjasama yang baik, tim kerja bisa saja tidak menghasilkan apa-apa dan memungkinkan terjadinya sinergi yang negative. Adanya agenda-agenda tersembunyi. Dalam tim bisa saja ada anggaota tim mempunyai tujuan-tujuan khusus yang belum tentu sejalan dengan anggota tim secara keseluruhan. Adanya agenda tersembunyi dari anggota tim ini tentu saja akan mengganggu kinerja secara keseluruhan. Arti Penting Kerjasama Kerjasama dalam berbagai bidang kehidupan yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan untuk mencapai tujuan nasional. Hal tersebut sesuai dengan semboyan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika. Selain memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, arti penting kerja sama dalam berbagai kehidupan di negara Indonesia bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara diantaranya sebagai berikut. Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Mempererat persaudaraan dan kebersamaan. Mendorong timbulnya semangat gotong royong dan kekeluargaan. Menjadikan pekerjaan yang berat menjadi ringan dan cepat diselesaikan. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja. Kerjasama dalam berbagai bidang kehidupan yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan untuk mencapai tujuan Nasional. Hal tersebut sesuai dengan semboyan Negara kita, Bhineka Tunggal Ika. Sebagai bangsa Indonesia, setiap warga Negara harus memahami makna yang terkandung dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus membiasakan diri melakukan kerjasama dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat tanpa membeda-bedakan suku bangsa, adat istiadat, agama dan bahasa daerah. Meskipun berbeda-beda, setiap warga Negara harus tetap kerja sama bersatu padu dalam perjuangan mengisi kemerdekaan bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional yakni Negara yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Arti penting kerjasama dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara akan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, kita harus menyadari adanya keberagaman dan kehidupan di masyarakat. Adanya keberagaman itu, justru mendorong setiap warga Negara mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa, oleh karena itu dalam pergaulan di masyarakat, setiap warga Negara harus menjauhkan diri dari perilaku eksklusivisme. Sikap eksklusivisme dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangs karena membuat kelompok sendiri tanpa mau melakukan kerjasama dengan warga Negara lainnya dalam berbagai bidang kehidupan untuk memajukan bangsa dan Negara Indonesia. Semangat persatuan dan kesatuan akhirnya terwujud dengan terbentuknya satu Negara yitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Proklamasi kemerdekaan sebagai pendobrak penjajahan mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu kemerdekaan. Perilaku yang menunjukkan mencintai persatuan, kesatuan harus tampak dalam kehidupan kita sehari-hari. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, merupakan suatu ungkapan yang menyatakan betapa besarnya arti persatuan dan kesatuan. Apabila bersatu padu, kita tidak hanya teguh dalam arti kuat dalam menghadapi permasalahan, tetapi mampu menyelesaikan persoalan yang tidak dapat kita selesaikan sendiri. Kehidupan sosial yang tertib dan tentram hanya dapat dicapai melalui kerjasama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan. Keluarga yang utuh terbetuk karena adanya kerjasama antara anggota keluarga untuk bersatu padu mewujudkan keharmonisan hubungan dan ikatan keluarga akan terjalin untuk apabila kita semua menjadi bagian tak terpisahkan didalamnya. Keluarga yang menunjung persatuan dan kesatuan akan menciptakan rasa aman, tentram dan damai. Sebaliknya apabila tidak ada lagi rasa persatuan akan terjadi pertengkaran dan tidak ada kedamaian. Setelah membaca uraian tersebut diskusikan dalam kelompok kalian keharmonisan kehidupan dalam keluarga. Sajikan hasil diskusi kalian di depan kelas untuk ditanggapi kelompok lainnya. Dalam kehidupan masyarakat, semangat, persatuan dan kesatuan sangat diperlukan. Kerjasama berbagai bidang kehidupan masyarakat akan melahirkan kehidupan masyarakat yang bersatu dalam kerukunan dan keharmonisan bersama. Meskipun masyarakat terdiri atas orang-orang yang beragam, dalam masyarakat kita menjadi bagian keluarga besar yang memiliki semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Mempererat persaudaraan dan kebersamaan Mendorong timbulnya semangat gotong royong dan kekeluargaan Menjadikan pekerjaan yang berat menjadi ringan dan cepat diselesaikan Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja Akibat Tidak Mau Kerjasama Akibat tidak mau bekerja sama, yaitu Pekerjaan akan lama untuk di selesaikan, Pekerjaan terasa berat, Tidak ada persatuan dan kebersamaan Hubungan Kerjasama Dalam hubungan yang efektif, pihak-pihak saling memahami posisi dan perasaan masing-masing. Cara paling mudah untuk memahami orang lain adalah mengerti apa hal-hal yang penting bagi orang lain itu. Untuk mengerti apa yang penting bagi mereka adalah bertanya. Setelah bertanya, Anda harus mampu ’mendengar’. Coba refleksikan pada diri Anda sendiri. Ketika orang lain tertarik kepada kita, kita mengerti atau merasakannya khan? Bila Anda benar-benar memunculkan rasa tertarik pada orang lain, ia juga akan mengerti dan merasakan hal yang sama. Jika orang sedang penuh memberikan perhatian, jangan menyela, jangan canda dan sebaiknya tidak bicara tentang ‘pribadi’ orang itu. Orang akan merasa diterima daripada dinilai. ’Mendengarkan menciptakan pemahaman’. Jika Anda memahami orang lain sepenuhnya, Anda kemudian tahu apa yang bisa dilakukan untuk menjadi lebih dekat untuk bisa bekerja sama. Dalam hubungan-hubungan yang efektif, masing-masing pihak mengungkapkan secara terbuka posisi dan perasaan mereka. Kadangkala terjadi, kita berharap orang lain yang lebih dahulu memahami kita. Ini jelas harapan yang sangat tidak realistis. Demi membuat hubungan efektif, kita harus memperlakukan diri kita dan orang lain dengan penuh respek. Ingat, bahwa respek adalah inti penting dari apapun orang lain dan memahami cara mereka melihat sesuatu. Menilai orang lain secara prematur adalah sebuah tindakan yang bertolak belakang dari respek. Anda bisa respek orang lain meskipun perilaku mereka tidak bisa dimengerti. Bagaimana caranya? Hargai orang lain, mulai dari, misalnya asal mereka, prestasi mereka, atau pandangan dan sikap mereka terhadap sesuatu. Kerjasama merupakan salah satu cara untuk cepat mencapai sebuah tujuan yang diinginkan oleh manusia. Hampir dalam semua aspek kehidupan. Siapa pun tahu itu. Dalam ilmu administrasi pun kerjasama dibahas hampir dalam tiap semester. Kalau dicari apa itu pengertian kerjasama secara harfiah memang akan sangat sulit ditemukan via Google. Tapi dalam hal kecil saja pun manusia akan selalu membutuhkan apa yang disebut kerjasama. Dan harap dibedakan dengan sama-sama bekerja, Kalau Kerjasama adalah kegiatan dua orang atau lebih yang saling bantu membantu dalam satu bidang kerja atau mencapai tujuan yang sama, sedangkan Sama-Sama Bekerja semua orang bekerja namun yang dikerjakan tidak sama meski tujuannya sama. Tips Membangun Kerjasama Yang Baik Berikut ini adalah tips membangun kerjasama yang baik yaitu 1. Tentukan tujuan bersama dengan jelas Sebuah tim bagaikan sebuah kapal yang berlayar di lautan luas. Jika tim tidak memiliki tujuan atau arah yang jelas, tim tidak akan menghasilkan apa-apa.  Tujuan merupakan pernyataan apa yang harus diraih oleh tim dan memberikan daya motivasi bagi setiap anggota untuk bekerja. Contohnya, sekolah yang telah merumuskan visi dan misi sekolah hendaknya menjadi tujuan bersama. Selain mengetahui tujuan bersama, masing-masing bagian seharusnya mengetahui tugas dan tanggungjawabnya untuk mencapai tujuan bersama tersebut. 2. Perjelas keahlian dan tanggung jawab anggota Setiap anggota tim harus menjadi pemain di dalam tim. Masing-masing bertanggung jawab terhadap suatu bidang atau jenis pekerjaan/tugas. Di lingkungan sekolah, para guru selain melaksanakan proses pembelajaran biasanya diberikan tugas-tugas tambahan, seperti menjadi wali kelas, mengelola laboratorium, koperasi, dan lain-lain. Agar terbentuk kerja sama yang baik, maka pemberian tugas tambahan tersebut harus didasarkan pada keahlian mereka masing-masing. 3. Sediakan waktu untuk menentukan cara bekerjasama Meskipun setiap orang telah menyadari bahwa tujuan hanya bisa dicapai melalui kerja sama, tetapitetap diperlukan adanya pedoman bagaimana kerja sama itu harus dilakukan. Pedoman tersebut sebaiknya merupakan kesepakatan semua pihak yang terlibat. Pedoman dapat dituangkan secara tertulis atau sekedar sebagai konvensi. 4. Hindari masalah yang bisa diprediksi Hal ini berarti mengantisipasi masalah yang bisa terjadi.  Seorang pemimpin yang baik harus dapatmengarahkan anak buahnya untuk mengantisipasi masalah yang akan muncul, bukan sekedar menyelesaikan masalah. Dengan mengantisipasi, apa lagi kalau dapat mengenali sumber-sumber masalah, maka organisasi tidak akan disibukkan kemunculan masalah yang silih berganti harus ditangani. 5. Gunakan konstitusi atau aturan tim yang telah disepakati bersama Peraturan tim akan banyak membantu mengendalikan tim dalam menyelesaikan pekerjaannya dan menyediakan petunjuk ketika ada hal yang salah. Selain itu,diperlukan juga  ada konsensus tim dalam mengerjakan satu pekerjaan. 6. Ajarkan rekan baru satu tim Agar anggota baru mengetahui bagaimana tim beroperasi dan bagaimana perilaku antaranggota tim berinteraksi. Yang dibutuhkan anggota tim adalah gambaran jelas tentang cara kerja, norma, dan nilai-nilai tim. Di lingkungan sekolah ada guru baru atau guru pindahan dari sekolah lain, sebagai anggota baru yang baru perlu ”diajari” bagaimana bekerja di lingkungan tim kerja di sekolah. Suatu sekolah terkadang sudah memiliki budaya saling pengertian, tanpa ada perintah setiap guru mengambil inisiatif untuk menegur siswa jika tidak disiplin. Cara kerja ini mungkin belum diketahui oleh guru baru sehingga perlu disampaikan agar tim sekolah tetap solid dan kehadiran guru baru tidak merusak sistem. 7. Selalulah bekerjasama Caranya dengan membuka pintu gagasan orang lain. Tim  seharusnya menciptakan lingkunganyang terbuka dengan gagasan  setiap anggota. Misalnya sekolah sedang menghadapi masalah keamanan dan ketertiban. Hal ini sebaiknya dibicarakan secara bersama-sama sehingga kerjasama tim dapat berfungsi dengan baik. 8. Wujudkan gagasan menjadi kenyataan Caranya dengan menggali atau memacu kreativitas tim dan mewujudkan menjadi suatu kenyataan. Di sekolah banyak sekali gagasan yang kreatif, karena itu usahakan untuk diwujudkan agar tim bersemangat untuk meraih tujuan. Dalam menggali gagasan perlu mencari kesamaan pandangan. 9. Aturlah perbedaan secara aktif Perbedaan pandangan atau bahkan konflik adalah hal yang biasa terjadi di sebuah lembaga atau organisasi. Organisasi yang baik dapat memanfaatkan perbedaan dan mengarahkannya sebagai  kekuatan untuk memecahkan masalah. Cara yang paling baik adalah mengadaptasi perbedaan menjadi bagian konsensus yang produktif. 10. Perangi virus konflik Jangan sekali-kali ”memproduksi” konflik. Di sekolah terkadang ada saja sumber konflik misalnya pembagian tugas yang tidak merata ada yang terlalu berat tetapi ada juga yang sangat ringan. Ini sumber konflik dan perlu dicegah agar tidak meruncing. Konflik dapat melumpuhkan tim kerja jika tidak segera ditangani. 11. Saling percaya Jika kepercayaan antaranggota hilang, sulit bagi tim untuk bekerja bersama. Apalagi terjadi, anggota tim cenderung menjaga jarak, tidak siap berbagi informasi,  tidak terbuka dan saling curiga.. Situasi ini tidak baik bagi tim. Sumber saling ketidakpercayaan di sekolah biasanya  berawal dari  kebijakan yang tidak transparan atau konsensus yang dilanggar oleh pihak-pihak tertentu dan kepala sekolah tidak bertindak apapun. Membiarkan situasi yang saling tidak percaya antar-anggota tim dapat memicu konflik. 12. Saling memberi penghargaan Faktor nomor satu yang memotivasi karyawan adalah perasaan bahwa mereka telah berkontribusi terhadap pekerjaan danm prestasi organisasi. Setelah sebuah pekerjaan besar selesai atau ketika pekerjaan yang sulit membuat tim lelah, kumpulkan anggota tim untuk merayakannya. Di sekolah dapat dilakukan sesering mungkin setiap akhir kegiatan besar seperti akhir semester, akhir ujian nasional, dan lain-lain. 13. Evaluasilah tim secara teratur Tim yang efektif akan menyediakan waktu untuk melihat proses dan hasil kerja tim. Setiap anggota diminta untuk berpendapat tentang kinerja tim, evaluasi kembali tujuan tim, dan konstitusi tim. 14. Jangan menyerah Terkadang tim menghadapi tugas yang sangat sulit dengan kemungkinan untuk berhasil sangat kecil. Tim bisa menyerah dan mengizinkan kekalahan ketika semua jalan kreativitas dan sumberdaya yang ada telah dipakai. Untuk meningkatkan semangat anggotanya antara lain dengan cara memperjelas mengapa tujuan tertentu menjadi penting dan begitu vital untuk dicapai. Tujuan merupakan sumber energi tim. Setelah itu bangkitkan kreativitas tim yaitu dengan cara menggunakan kerangka fikir dan pendekatan baru terhadap masalah. Cotoh Kerjasama Berikut ini adalah beberapa contoh kerjasama dalam kehidupan sehari-hari yaitu Kerjasama Gotong Royong antara Masyarakat Kerjasama antara Umat Beragama Kerjasama antara Negara Kegiatan kerjasama di sekolah antara lain melaksanakan piket kelas menyelenggarakan pertandingan olahraga mempersiapkan acara kemah kerja bakti membersihkan halaman sekolah mengerjakan tugas kelompok dari guru Demikian Penjelasan Materi Tentang Kerjasama Adalah Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Bentuk, Cara, Faktor, Manfaat, Prinsip, Penghambat, Pendukung, Kelebihan, Kekurangan, Arti, Akibat, Hubungan, Tips dan Contoh Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.
berikut prinsip prinsip yang harus dipegang dalam sebuah tim kecuali